Saturday, November 10, 2012

Peta Kota Bawah Air Pada Zaman Yunani Kuno

Sebuah tim dari University of Sydney (Sydney, Australia) Fakultas Teknik Teknologi dan Informasi telah memenangkan penghargaan tertinggi dalam kompetisi Pencitraan Ekstrim Canon Australia atas upaya yang mereka lakukan dalam membuat peta digital dan merekonstruksi sebuah kota bawah air milik Yunani kuno.


Ariell Friedman, seorang mahasiswa PhD teknik dibawah pengawasan Profesor Stefan Williams dan Dr Oscar Pizarro di Pusat Universitas Australia membuat team Robotika Field. Ariell Friedman bersama timnya berhasil memenangkan hadiah untuk katagori mendokumentasikan pencitraan penggalian di Pavlopetri dalam format gambar 3D.

Untuk melakukan hal itu, tim robotika laut bekerja di lokasi di Pavlopetri, kota tertua yang terendam dibawah air, kota tersebut terletak di lepas pantai wilayah selatan Laconia Yunani. Di sana, terdapat artefak dan struktur yang terendam kurang lebih empat meter di dalam air sejak 5000 tahun silam.

Pekerjaan yang dilakukan Ariell Friedman tidak hanya terlibat dalam operasi penyelaman, tetapi juga memodifikasi dan memperbaiki sistem kamera penyelam dan mengembangkan perangkat lunak untuk memungkinkan produksi yang cepat dari peta dengan mengotomatisasi pengolahan data.
Read more ►

Judul Berita Koran Ini Bikin Tertawa

Berbagai macam media masa baik itu media cetak maupun media internet berusaha dan berlomba memanjakan para peminatnya. Tak dapat dipungkiri lagi, persaingan di bidang jurnalis saat ini memang sudah semakin ketat.

Berbagai inovasi pun dilakukan oleh beberapa media itu untuk membuat berita yang disajikan kepada pembaca menjadi lebih menarik dan lebih segar. Tak ubah halnya dengan koran berikut ini, setiap judul pada setiap berita yang disajikan dapat mengundang tawa para pembacanya.






Read more ►

Cara Menghilangkan Rasa Takut & Cemas

Anda mustahil bisa berpikir jernih ketika pikiran anda dipenuhi rasa takut atau cemas. Jantung berdetak cepat, telapak tangan berkeringat, rasa panik dan bingung adalah akibat dari adrenalin. Jadi, hal pertama yang harus dilakukan adalah istirahat agar tenang secara fisik.


Alihkan perhatian dari hal yang mencemaskan selama 15 menit dengan jalan di sekitar tempat kediaman, membuat secangkir teh atau mandi. Ketika anda tenang secara fisik, anda akan bisa menentukan cara terbaik untuk mengatasi.

Jika anda mencemaskan sesuatu, apakah pekerjaan, hubungan atau ujian, pikirkan apa akibat terburuk yang bisa terjadi. Bahkan jika presentasi, telepon atau percakapan yang salah besar, anda akan tetap bisa hidup. Kadang, hal terburuk yang bisa terjadi adalah serangan panik itu sendiri.

Jika jantung berdenyut lebih cepat atau telapak tangan berkeringat, yang paling baik adalah jangan diperangi. Tetap berada dalam kondisi anda dan biarkan rasa panik tanpa mencoba mengalihkan perhatian. Letakkan telapak tangan di perut dan bernafas perlahan dan dalam (tidak lebih dari 12  nafas per menit) membantu menenangkan badan.

Mungkin akan makan waktu 1 jam, tapi rasa panik itu akan hilang dengan sendirinya. Kuncinya adalah, bantu pikiran anda terbiasa mengatasi panik dan dapat menghilangkan rasa takut.

Menghindari rasa takut hanya membuat anda lebih takut. Jika suatu hari anda panik masuk ke dalam lift, paling baik kembali ke lift itu pada hari berikutnya. Berdiri di dalam lift dan rasakan rasa takut anda sampai rasa takut itu hilang. Apapun rasa takut anda, jika anda hadapi, rasa takut itu akan lenyap.

Menerima rasa takut membuat rasa takut lebih mudah dihadapi jika menyerang lagi kali berikutnya, sampai akhirnya jadi tidak takut lagi. Coba bayangkan hal terburuk yang dapat terjadi, mungkin itu membuat panik dan dapat serangan jantung. Lalu coba bayangkan anda dapat serangan jantung. Itu mustahil terjadi. Rasa takut akan lari semakin anda mengejarnya.

Rasa takut cenderung jauh lebih buruk dari realita. Orang yang pernah diserang sering berpikir mereka akan diserang lagi jika jalan di lorong gelap. Tapi kemungkinan mereka diserang lagi sebenarnya sangat rendah.

Begitu juga halnya dengan orang yang kadang bilang kepada diri sendiri, mereka gagal karena wajah mereka merah jika merasa malu. Hal ini lalu membuat mereka makin kecewa. Wajah merah di tengah situasi yang menegangkan itu normal. Dengan mengingat hal ini, rasa cemas akan hilang.

Ambil waktu untuk memejamkan mata dan membayangkan sebuah tempat yang aman dan tenang. Bisa dengan membayangkan anda jalan di pantai yang indah atau membayangkan masa kanak - kanak yang bahagia. Biarkan perasaan positif ini menenangkan anda sampai anda merasa lebih rileks.

Menceritakan rasa takut dapat menghilangkan banyak ketakutan. Cerita dengan pasangan, teman atau anggota keluarga. Jika rasa takut tidak pergi juga, minta bantuan dokter. Kemungkinan dokter akan merujuk anda untuk konseling, psikoterapi atau bantuan jasa online.

Tidur yang baik, makanan lengkap dan sering jalan kaki merupakan obat terbaik untuk mengatasi keresahan. Cara termudah untuk tertidur ketika rasa cemas muncul di dalam pikiran bisa dengan berhenti mencoba tidur, tapi justru coba tetap bangun.

Banyak orang yang beralih ke alkohol atau obat untuk mengatasi ansietas dengan pemikiran, cara ini bisa membuat mereka lebih nyaman, padahal ini justru membuat rasa nervous jadi lebih buruk.
Read more ►

Cara Mengerem Yang Baik Dan Benar

Rem adalah alat keselamatan terpenting bagi sebuah kendaraan, baik itu roda dua maupun roda empat. Rem merupakan satu - satunya alat yang berfungsi untuk menghentikan laju kendaraan, tanpa adanya rem yang baik pada kendaraan dapat mengakibatkan sesuatu yang sangat berbahaya atau bahkan kendaraan yang memiliki rem yang baik namun tanpa adanya kemampuan teknik melakukan pengereman yang benar, hal itu juga dapat mengakibatkan sesuatu yang fatal.


Melaju dengan kecepatan tinggi di jalan raya bagaikan bertarung melawan maut, tapi bukan berarti kita tidak boleh melakukan itu, selama kita selalu waspada, konsentrasi dan menghitung akurasi ketepatan dalam segala kondisi, memacu kendaraan kenapa tidak? hal itu sah - sah saja. Lalu bagaimanakah cara kita mengetahui teknik pengereman yang baik dan benar itu, berikut beberapa tips yang perlu anda ketahui.

1. Jangan menekan tuas rem terlalu kuat

Menekan tuas rem terlalu kuat atau keras secara mendadak pada saat kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi justru akan membuat kendaraan menjadi lebih lama berhenti dikarenakan roda kendaraan akan selip. Hal ini dapat membuat sepeda motor atau mobil menjadi oleng dan tak terkendali.

2. Gunakan rem depan dan belakang secara bersamaan

Berbeda dengan mobil, sepeda motor memiliki dua buah rem, yaitu rem depan dan rem belakang yang terpisah. hal ini memungkinkan seseorang dapat menggunakan salah satu rem tersebut untuk menghentikan laju kendaraan. Masing - masing rem memiliki fungsi yang berbeda, tergantung situasi yang diperlukan. Dalam kondisi kendaraan melaju dengan standar atau kecepatan tinggi, sangat dianjurkan untuk menggunakan rem depan dan belakang secara bersamaan.

Hanya menggunakan rem belakang saat mencoba menghentikan laju kendaraan adalah kurang tepat karena rem belakang lebih memiliki fungsi sebagai penyeimbang bagi rem depan. Sementara, rem depan memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menghentikan laju kendaraan dibanding rem belakang.

Namun juga perlu diperhatikan, hanya menggunakan rem depan saat melakukan pengereman akan membuat kendaraan kehilangan keseimbangan pada sisi belakang dan dapat memungkinkan kendaraan terjungkir balik.

3. Menurunkan posisi gigi mesin

Bagi kendaraan sistem manual yang belum memiliki prosneling otomatis, menurunkan posisi gigi saat melakukan pengeraman juga dapat membantu lebih cepat kendaraan berhenti dan mengurangi terjadinya ban selip.
Read more ►

Terlanjur Kepincut Mercedes Benz Klasik

Kalau sudah hobi, apapun tak akan menjadi masalah, kendati harus mengeluarkan kocek besar. Apapun dilakukan, untuk memberikan kepuasan nurani yang tak cukup hanya dijelaskan dengan kata - kata.


Ungkapan itu tepat menggambarkan Andre (41) dalam bergelut dengan hobinya di Mercedes Classic Club Indonesia (MCCI). Puluhan juta hingga ratusan juta rupiah dikeluarkannya untuk melengkapi koleksi mobil Mercedes Benz Klasik miliknya.

"Sekarang saya sudah punya 15 mobil klasik, selain menjadi seorang kolektor, saya juga mendapatkan penghasilan, ya, dari sini. Jadi tidak hanya hobi," ujarnya di sela - sela berlangsungnya Jambore Nasional VI Mercedes Benz Club Indonesia (MBCI) di GOR Jatidiri, Semarang, beberapa waktu lalu.

Tak lain dan tak bukan, menjatuhkan pilihannya ke mobil besutan Eropa itu karena memiliki kenyamanan , keamanan, dan model yang artistik, "Karena yang saya suka adalah yang mobil klasiknya, secara investasi sangat bagus. Karena harganya tak akan turun, justru terus meningkat bahkan tak memiliki patokan harga," katanya.

Dalam hal perawatan, tak ada kesulitan berarti selama menjalani hobinya itu. Namun, dalam hal kelengkapan aksesoris dan onderdil, terpaksa harus pergi keluar negeri bila tidak mendapatkan di Indonesia.

"Untuk mencari onderdil, memang agak sulit, karena mobilnya saja sudah berusia puluhan tahun. Ada yang dari tahun 40-an dan masih berjalan," ujarnya.

Andre mengatakan, untuk bergelut dalam hobi ini tidak cukup memiliki uang banyak, "Uang banyak bukan yang utama, karena mobil ini kan barang antik dan jumlahnya sangat sedikit. Misalnya kita suka dengan mobil yang paling tua, punya uang Rp. 2 miliar saja, kalau tidak dijual pemiliknya juga tidak bisa," ucapnya.

Vice President Event Mercedes Benz Club Indonesia (MBCI), Iswachyudi Abdulrachman, juga tertarik pada mobil klasik yang dimiliki Mercedes Benz. Ketangguhannya pada mesin dan onderdil menjadi daya tariknya untuk berkecimpung dalam pecinta mobil klasik.

"Saya suka mobil Mercedes Benz klasik, terutama untuk Tiger W123 karena mobil - mobil ini sangat tangguh, bandingkan saja, mobil - mobil sekarang setiap 2 tahun tahun sekali harus ganti kampas rem. Mobil keluaran Mercedes Benz bisa sampai 5 - 7 tahun baru mengganti kampas rem," ujarnya.

Saat ini dia memiliki 5 mobil klasik Mercedes Benz dan jangan tanya soal harga, karena bagi yang bukan pehobi pasti menganggap angka tersebut termasuk besar. "Kami tidak melihat seberapa besar biayanya, melainkan dari kepuasannya. Memandangi mobil yang kita miliki saja sudah memiliki kenikmatan tersendiri," ujarnya.

Dia mengatakan, saat ini jumlah mobil Mercedes Benz klasik tak lebih dari 6000 unit yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia.
Read more ►

Video Porno Anak SMA Di Parengan (Tuban) Direkam 2 Kali

Seolah baru beberapa hari yang lalu Jawa Timur dihebohkan dengan adanya kasus video porno yang dilakukan sepasang pelajar di sebuah warnet yang ada di Madiun, kini sudah muncul lagi kasus serupa, yaitu beredarnya video porno yang diperankan pasangan pelajar SMA di Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.


Adegan video porno tersebut, diketahui ternyata dibuat atau direkam dalam dua versi dengan lama pemutaran masing - masing 3 menit dan 7 menit. Kemungkinan besar pasangan pelajar ini membuat video porno di daerah perhutanan yang ada di Kecamatan Parengan.

Pelaku Perempuan : LD (15), siswi salah satu SMEA Bojonegoro, asal Desa Mojomalang, Kecamatan Parengan, Tuban.

Pelaku Laki - Laki: RS (15), siswa salah satu SMA Negeri di Bojonegoro warga Desa Parangbatu, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban.

Sejak mengetahui video layaknya suami istri yang dilakukannya beredar di kalangan teman - teman sekolah, pelaku pembuatan video tersebut mulai tidak berani masuk sekolah.

Kini, video tersebut secara cepat beredar terus meluas hingga keluar daerah Tuban. Dengan sigap, Anggota Kepolisian Resort Tuban segera menyelidiki kasus tersebut guna mencari informasi motif pembuatan video, pelaku penyebaran dan kameramen yang merekam adegan video tersebut.
Read more ►

ABG Bawa Sabu Di Dalam Charger Handphone

Sindikat narkoba memperalat anak baru gede, OP, warga Wonokerso, Kecamatan Tembarak, Kabupaten Temanggung. Bocah berusia 15 tahun itu disuruh mengantar charger handphone ke seseorang di Bandungan, Kabupaten Semarang. Padahal, isi charger itu narkoba jenis sabu - sabu.


Ditemui di Mapolres Semarang (Ungaran), senin (9/4), OP mengatakan, Senin pekan lalu, ia diminta oleh tetangganya, Nurkholis, untuk mengantarkan charger handphone kepada seseorang di Bandungan. OP menerima pekerjaan tersebut karena imbalan yang ditawarkan Nurkholis lumayan besar, yakni Rp. 150.000.

"Saya tidak tahu kalau isinya sabu - sabu. Saya hanya disuruh mengantarkan barang tersebut ke seseorang di Bandungan. Saya dijanjikan diberi imbalan RP. 150.000. Tapi saya baru diberi Rp. 10.000, katanya, sisanya dibayar setelah barangnya sampai ke pemesan," kata anak jebolan SMP itu.

OP berangkat ke Bandungan naik sepeda motor. Anak baru gede itu atau ABG itu dihentikan polisi berpakaian preman di Jalan Raya Sumowono - Boja atau tepatnya di depan Indomaret, Sumowono. Saat menggeledah OP, polisi menemukan sabu - sabu seberat 0,75 gram di charger. OP kemudian digelandang ke Polres Semarang.

Kasat Narkoba Polres Semarang, AKP Dwi Margono mengatakan, berdasar keterangan OP, polisi kemudian membekuk Nurkholis (40). Saat diperiksa, Nurkholis mengaku mendapatkan barang tersebut dari Taat Yulianto (35), warga Jetis, Gambasan, Selopanjang, Temanggung. Polisi pun langsung bergerak menangkap Taat dirumahnya.

"Dari Nurkholis kami menyita barang bukti sabu - sabu seberat 0,25 gram, alat penghisap dan pipet kaca untuk membakar sabu," katanya. Margono mengatakan, sebelumnya polisi sudah mendapat informasi tentang peredaran sabu - sabu di wilayah Kabupaten Semarang yang dipasok dari Temanggung.

Menurutnya, polisi sudah mengintai orang - orang yang dicurigai sebagai pemasok narkoba berbentuk kristal (mirip gula batu) itu. Polisi juga mendapat informasi bahwa peredaran narkoba itu melibatkan anak dibawah umur.

"Kami mendapat informasi kalau kurir yang disuruh mengantar sabu masih anak - anak. Setelah mendapatkan ciri - ciri si kurir tersebut, kami melakukan pengintaian selama dua minggu dan akhirnya kasusnya terungkap," ujarnya.
Read more ►

Trio 'Tuyul' Gasak Uang Pak Ustadz

Syaifuddin (42) tak pernah menyangka jika uangnya yang hilang selama ini dicuri oleh bocah ingusan anak tetangganya sendiri. Tiga bocah ingusan tersebut berkali - kali mencuri uang milik ustadz di desanya, hingga total jutaan rupiah. Semula, warga Dusun Bogoran Trirenggo Bantul ini menduga uangnya yang tersimpan di berbagai sudut rumahnya itu raib digondol tuyul.


Akan tetapi perkirannya ini salah besar. Sebab dengan mata t3l4nj4ng, ia berhasil memergoki salah satu pelakunya, Dk (10) yang tak lain anak tetangganya sendiri, tengah keluar dari rumahnya sembari membawa uang hasil curiannya, Rabu (9/5) siang.

Saat ditemui, Syaifuddin menceritakan, ia berhasil memergoki salah satu pelaku pencurian sekitar pukul 12.30. Kala itu, ia tengah menunaikan ibadah shalat Dzuhur di Mushola yang berada di depan rumahnya. Sesaat seusai korban menunaikan shalat, ia menengok ke arah pintu rumahnya. Bersamaan dengan itu, Dk tengah menutup pintu rumah korban sembari salah satu tangannya membawa uang.

"Saat saya kejar, uang senilai Rp 26 ribu itu ia buang," kata korban di Mapolsek Bantul. Kemudian diperoleh keterangan, ternyata dalam menjalankan aksinya, Dk dibantu dua temannya. Yakni, Fd (14) dan Dn (14). Kini, ketiga pelaku tersebut dibawa ke Mapolsek untuk diperiksa.

"Semuanya tetangga saya. Saya tidak mengira sama sekali," akunya. Sebab sejak 5 April lalu, pria yang sehari - hari mengajar mengaji ini, menuturkan, uangnya yang tersimpan di berbagai tempat, semisal dompet, lemari hingga jaket selalu hilang. Semula, ia mengira jika pelakunya makhluk gaib jenis tuyul.

Namun kemudian hari, ia menemukan sejumlah kejanggalan, sehingga iya meyakini jika pelakunya adalah anak kecil. "Di bantal ada bekas kaki anak kecil, terus kalau tuyul itu kan kalau ngambil duit pasti cuma satu lembar, tapi ini kok ada beberapa lembar yang hilang secara bersamaan," keluhnya.

Sebagai warga negara, Syaifuddin menambahkan, ia hanya berkewajiban memberikan informasi kepada petugas. Sehingga proses hukum penanganan ketiga pelaku yang notabene masih dibawah umur, ia serahkan sepenuhnya kepada petugas. Meskipun selama ini, ia mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 5 juta lebih.

"Kalau misalnya petugas mau membebaskan juga gak jadi masalah. Saya hanya memberikan informasi saja," tandasnya. Dk, salah satu pelaku mengaku nekat melakukan pencurian karena untuk membeli jajan. Selama ini, uang hasil curiannya tidak pernah ia gunakan untuk bermain di game net. "Gak suka game," ulasnya singkat.

Di sisi lain, Kasi Humas Polsek Bantul Aiptu Banaji mengatakan, rencananya ketiga pelaku akan diserahkan ke orang tua masing - masing untuk pembinaan. "Kalau ditahan tidak mungkin, nanti kita akan mengadakan rembugan dengan warga setempat," bebernya.
Read more ►

Wingko Babat Dengan Bahan Sukun

Salah satu bentuk upaya melestarikan makanan tradisional adalah dengan membuat inovasi rasa. Tanpa meninggalkan bentuk dan proses penyajian, bahan dasar yang berbeda merupakan terobosan penting terhadap kuliner tradisional.


Model seperti ini dilakukan Shandy, penemu wingko sukun. Ia telah mampu memproduksi 400 buah wingko sukun sehari. "Saya membuat ini awalnya adalah untuk menyelesaikan tugas skripsi, tapi saya kemudian mengembangkannya sebagai peluang bisnis juga," ujarnya.

Untuk memperkenalkan produk ini, dirinya menitipkan beberapa wingko sukun ke pusat oleh - oleh dan rumah makan. "Saat ini kita memang masih perlu banyak promosi, karena kita masih baru," ujar wanita yang merintis usaha sejak maret beberapa bulan lalu.

Kendati pemain baru, ia telah meregristasikan produknya ke departemen kesehatan dan sudah pula membuat kemasan wingko sukun. "Kita kemas biar menjadi lebih menarik, satu kantong berisi 10 biji, seharga Rp. 10 ribu," katanya.

Setiap hari, dia memerlukan 4 kilogram sukun dalam bentuk pasta untuk dicampurkan ke adonan. Soal bahan, tak ada yang beda dengan pembuatan wingko pada umumnya. "Sukun yang sudah dilumat menjadi pasta sebanyak 4 kilogram bisa dibuat 400 buah wingko, kemudian dicampur kelapa, gula dan lain sebagainya," kata dia.

Ada dua pilihan rasa, yaitu original dan rasa gula aren. Keduanya dibuat agar tidak monoton. "Untuk membuat rasa lain harus menggunakan percobaan, misalnya untuk menemukan wingko sukun ini harus gagal satu kali percobaan," kata warga kampung Kaliangse, RT 01 RW 04, Gajah Mungkur, Semarang ini.

Kendala yang dihadapi saat ini adalah pengenalan produk dan modal. Produk yang dibuat belum banyak diketahui masyarakat. "Ini masih produk baru, jadi perlu pengenalan terlebih dulu dan mengikuti pameran - pameran industri kecil menengah menjadi salah satu cara untuk mengenalkan produk kita," ungkapnya.

Kendala selanjutnya adalah keterbatasan modal. Untuk mengenalkan produk harus meningkatkan jumlah produksi dan itu artinya biaya. "Saya rencananya pinjam dana ke bank untuk modal, tapi masih pikir - pikir dulu karena perlu melihat situasi pasar," ungkap Shandy.

Dengan jumlah produksi itu, dirinya mengaku telah kembali modal. Padahal usaha itu belum genap setahun. "Syukur, sudah kembali modalnya. Karena omzetnya juga lumayan Rp. 2 juta sampai 3 juta," ujarnya.
Read more ►

Tips Dari Pria Untuk Para Wanita


  • Jika anda merasa gemuk, kemungkinan benar. Jangan tanya kami, kami menolak untuk menjawab.
  • Jika apa yang kami katakan bisa diinterprestasikan dua cara dan yang satu membuat anda sedih atau marah, yang kami maksudkan adalah yang lainnya.
  • Ya dan tidak adalah jawaban yang bisa diterima untuk hampir semua pertanyaan.
  • Kami bukan ahli baca pikiran dan tak pernah akan bisa. ketidak mampuan kami membaca pikiran bukan bukti kami tidak memperhatikan anda.
  • Jika kita akan pergi ke suatu tempat, apapun yang anda pakai itu baik. sungguh!
  • Anda punya cukup banyak baju dan cukup banyak sepatu.
  • Kalau ingin sesuatu, minta. Jangan menggunakan isyarat halus. Ini tak akan jalan. Isyarat keras juga tidak jalan. Katakan saja.
  • Minta kami kerjakan sesuatu atau beri tahu cara mengerjakan yang anda inginkan, jangan dua - duanya. Jika anda sudah tahu cara terbaik untuk mengerjakannya, lakukan sendiri.
  • Kami tak ingat tanggal. Tandai hari ulang tahun, hari perayaan di kalender dan sering - sering ingatkan kami sebelumnya.
  • Ya, saya tahu, saya akan tidur di sofa malam ini, jangan merasa sungkan, karena tahukah anda, kami benar - benar tidak peduli, itu seperti camping.
Read more ►

Pengalaman Wanita Pada Saat Mengalami Kehamilan

Perempuan merupakan makhluk yang paling istimewa. Menjadi perempuan adalah hal yang patut kita syukuri, termasuk saya. Adalah kodrat perempuan untuk mengalami sesuatu masa yang amat complicated, yaitu hamil. Begitu juga laki - laki. Mereka mengalami masa - masa menuju kedewasaan, yakni khitan.


Kalau boleh jujur, dulu saya membayangkan masa depan dan kehidupan rumah tangga saya kelak. Meski saya termasuk perempuan yang sulit jatuh cinta. Sebagai perempuan, saya sadar betul bahwa suatu hari nanti pasti berumah tangga dan mempunyai keturunan. Itu kodrat perempuan. Tak mungkin kita melewatinya. Kecuali bagi sebagian perempuan yang memang tidak menginginkannya.

Hal yang alami jika kita menginginkan suami yang sempurna dan kehidupan rumah tangga yang bahagia. Namun, terkadang banyak yang tidak seindah khayalan. Kehidupan realita rumah tangga yang penuh liku - liku, baik suka maupun duka, menjadi pelajaran nyata yang tak dapat kita hindari. Bila memang mental kita siap, apapun rintangannya tidak akan menjadi masalah.

Begitu juga kehamilan. Pada awal kehamilan, saya cukup kelelahan. Tak banyak yang bisa saya lakukan. Usia kandungan yang masih empat bulan membuat saya tak bisa bekerja dengan baik. Malah bisa dikatakan malas bekerja. Selama itu pula saya tak bisa makan dengan lahap. Jangankan makan, mencium baunya saja saya muntah - muntah.

Awalnya saya tak menikmati kehamilan ini. Tetapi, begitu masuk semester kedua, barulah saya bisa menikmatinya. Makan sudah tak muntah lagi. Malah semua makanan bisa saya santap. Perhatian dari keluarga juga membuat saya nyaman. Banyak teman dan saudara yang menanyakan, saya mengidam apa saja. Saya hanya menggeleng. Sampai usia kandungan sembilan bulan, tak pernah sekalipun saya merasakan mengidam. Jadi, kalau ditanya rasanya mengidam, saya tidak tahu.

Kehamilan merupakan suatu pendewasaan diri terkait dengan tanggung jawab. Dari sanalah kita tahu seberapa besar dan mampukah kita menjalankan tanggung jawab itu. Tetapi, zaman sekarang ini sungguh sangat ironis. Banyak perempuan yang tidak bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Mereka memandang kehidupan hanya dari sisi materi sehingga kehidupannya kurang bermakna.

Kehamilan yang merupakan kodrat perempuan, patutlah kita syukuri. Dari rahim kita, lahirlah bayi mungil yang merupakan penerus kita. Saat membayangkannya, betapa tidak sabarnya untuk segera menggendongnya. Suatu hal yang menjadi idaman setiap perempuan jika kita mampu menjadi orang tua yang baik bagi anak - anak kita.

Banyak yang bilang, hamil itu menyusahkan. Pendapat tersebut tak sepenuhnya salah. Semua bergantung masing - masing individu. Kalau dibilang menyusahkan, memang. Tapi, dibalik kesusahan itu, ada kegembiraan. Kalau ikhlas menjalankannya, kita tidak akan merasa kesusahan, malah menikmatinya.

Sekarang barulah saya sadar betapa beratnya pengorbanan orang tua saat mengandung kita. Banyak yang mereka rasakan, mulai tidak nafsu makan, muntah - muntah, pinggang sakit dan kaku, badan membengkak, nyeri pada perut, dan masih banyak yang lain. Namun, semua terbayar dengan hadirnya bayi mungil nan lucu.

Sayang, tak banyak perempuan yang mampu melakukannya dengan kesungguhan hati. Sebagian besar hanya melakukannya sebagai suatu keharusan dan jika tidak melakukannya dengan baik akan dimarahi orang - orang terdekatnya.

Kesimpulannya, janganlah merasa takut dengan kehamilan. Apabila tiba waktunya, jalanilah dengan santai dan tanpa beban sehingga kita bisa menikmatinya dengan baik. Jika kita cermat, banyak hal baik yang kita dapatkan ketika hamil. Dari kehamilan, kita bisa belajar bersabar, bertanggung jawab, ikhlas, disiplin terhadap diri sendiri, pendewasaan pikiran, dan masih banyak yang lain.

Read more ►

Menantang Maut Di Atas Tingginya Jembatan Bambu

Keuntungannya tidak sebesar dengan resiko yang mengintai jiwanya. Namun semua hampir dilakukan selama 40 tahun lantaran tidak ada jalan lain untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Tidak tahu sampai kapan profesi membahayakan itu akan dipertahankannya.


Itulah yang dilakukan Paidi (64) warga Dusun Putu RT 02 Desa Sumbermulyo Kecamatan Bambanglipuro Bantul. Lelaki legam itu bukan penderes kebanyakan. Ia menghubungkan pohon kelapa satu dengan lainnya menggunakan jembatan bambu. Semua dilakukan untuk menghemat waktu. Dengan pemasangan bambu penghubung tersebut penghematan waktu hingga 15 menit.

Dengan berjalan diatas tiga bambu yang terhubung di empat pohon kelapa, keselamatan jiwanya dipertaruhkan. Semua dilakukan dengan tujuan satu, demi sesuap nasi. Paidi kepada wartawan, senin (9/4) mengatakan sebenarnya dirinya berkeinginan punya pekerjaan lain tanpa resiko. Namun lelaki bercucu dua ini sadar akan usianya.

Kini setiap hari, suami juminten ini harus rela dua kali naik turun pohon kelapa untuk mengambil nira. Pekerjaan penuh resiko ini ia tempuh sejak tahun 1972. Ia cukup memanjat sekali dan tinggal berjalan lewat lonjoran bambu ke pohon lainnya. Caranya dengan meniti batangan bambu dengan seutas tampar sebagai pegangan.

Lelaki itu seolah berjalan diatas maut. "Bagaimana lagi, hanya ini yang bisa kami lakukan," jelasnya. Meski istrinya sempat melarang, namun hal itu tidak mampu meluluhkan semangatnya. Dijelaskan, dalam sehari hanya mampu mendulang untung Rp 20 ribu. "Sehari hanya menghasilkan dua kilogram gula, ketika dijual ke pasar hanya mengantongi uang Rp. 20 ribu".

Namun itu pun tidak lantas membuat Paidi luluh semangatnya. Dengan segala kekurangannya, lelaki renta itu terus berupaya kerja. Menurutnya, melihat kerjanya itu memang sering menimbulkan kekhawatiran. "Saya harus hati - hati karena ini sumber rezeki saya," ujarnya.

Kini, lelaki yang sebelumnya bekerja di PG Madukismo tersebut selepas Subuh segera memanjat pohon kelapa di belakang rumahnya. Sedangkan sore hari dilakukan pukul 15.00 WIB. Meskipun sudah renta, namun tidak ada tanda sebagai lelaki lemah. Ia harus melintas di atas bambu setinggi sekitar 25 meter.
Read more ►

Pengedar Uang Palsu Di Jebak

Seorang pengedar uang palsu, Sriyatun (46) tertangkap basah saat sedang berbelanja di pasar Babadan, Ungaran Barat. Atas ulahnya itu, kini warga Genuk kota Semarang itu, harus mendekam di tahanan polres semarang.


Sriyatun dibekuk saat membelanjakan uang palsu kertas pecahan Rp. 100 ribu di Pasar Babadan., kelurahan Langensari Barat, kecamatan Ungaran Barat. Dari tangan Sriyatun, polisi menyita dua lembar uang palsu masing - masing pecahan Rp. 100 ribu dan sebuah handphone.

Penangkapan Sriyatun berdasarkan laporan yang diterima polisi dari para pedagang di pasar Babadan yang mengeluh sering mendapatkan uang palsu ketika berjualan. Sebelumnya, para pedagang juga sudah mencurigai Sriyatun sebagai pengedar uang palsu. Sebab, setiap kali Sriyatun berbelanja di pasar itu selalu membayar dengan uang pecahan Rp. 100 ribu. Padahal barang yang dibeli Sriyatun kecil - kecil yang harganya berkisar Rp. 10 ribu.

Saat itu, sejumlah pedagang melihat lagi Sriyatun datang ke pasar Babadan. Para pedagang yang sudah curiga dengan gelagat Sriyatun, mencari cara untuk menjebaknya. Para pedagang pura - pura melayani Sriyatun dengan baik saat dia hendak membeli barang. Pagi itu, Sriyatun mampir ke sebuah toko di pasar Babadan. Di toko itu dia membeli sebungkus bumbu penyedap rasa. Setelah barang diberikan, Sriyatun membayarnya dengan uang Rp. 100 ribu.

Pemilik toko yang sudah curiga memeriksa uang yang dibayarkan Sriyatun. Setelah di cek, ternyata uang yang dibayarkan Sriyatun palsu. Uang kertas itu membekas putih ketika dilipat. Para pedagang pun kemudian menyerahkan Sriyatun ke polisi.

Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Agus Puryadi mengatakan, tersangka sudah beberapa kali mengedarkan uang palsu di pasar itu. Modus yang dilakukan tersangka, membelanjakan uang palsu untuk membeli kebutuhan hidup sehari - hari, seperti daging ayam dan bumbu masak. Barang yang dibeli kecil - kecil, tapi uang untuk membayar selalu besar yaitu Rp. 100 ribu.

Dikatakannya, saat ini polisi sedang mengejar seorang perempuan berinisial N yang diduga sebagai pemasok uang palsu kepada Sriyatun. Saat diwawancarai, Sriyatun mengatakan, dengan Rp. 200 ribu uang asli, dia bisa mendapatkan Rp. 500 ribu uang palsu. Selama ini, dia mengaku, sudah tiga kali membeli uang palsu untuk di edarkan.

Biasanya dia mengedarkan uang palsu di pasar - pasar dengan cara membelikan barang. Dengan membeli barang yang harganya murah, Sriyatun akan mendapatkan kembalian uang asli. "Saya pernah membelanjakan uang palsu itu di pasar Johar Semarang", ucapnya.
Read more ►

Bugil Diatas Ranjang Setelah Melahirkan

Salah satu model Victoria's Secret yang paling digemari kaum lelaki, Miranda Kerr, kembali beradegan panas. Kali ini Miranda Kerr berfoto bugil tanpa sehelai benang pun dengan posisi tengkurap diatas ranjang. Tidak akan jadi polemik jika dia melakukan hal tersebut, karena itu adalah pekerjaan super model seperti dia.


Yang menjadi perbincangan, Miranda Kerr belum lama ini baru saja melahirkan. Bayi laki - laki yang baru saja dilahirkannya baru berusia beberapa bulan.

Terlalu cepat untuk mengambil sebuah tindakan, banyak orang beranggapan terlalu dini untuk berfoto semacam ini dan tidak pantas bagi ibu yang baru saja melahirkan melakukan hal itu.

Wanita seksi asal Australia yang menjadi super model ini berfoto dengan adegan bugil di atas ranjang, hanya mengenakan sepatu sepatu Dolce & Gabbana stiletto warna merah tua. Serta memakai handuk penutup kepala bermotif leopard, dan beberapa aksesoris seperti anting-anting keluaran Cartier, gelang dan cincin dari Bulgari
Read more ►

Janda Buang Bayi Hubungan Gelap Di Pekarangan Rumah

Petugas jajaran Polsek Playen akhirnya berhasil menguak kasus pembuangan orok (bayi) di pekarangan rumah Murmaini (50) warga Playen, pada hari Senin (7/5) lalu. Pelakunya, seorang janda asal Karangasem Paliyan, Dalminah (40). Ia berhasil diringkus Sat Reskrim Polsek Playen dirumahnya Rabu (9/5) dini hari. Seperti diduga sebelumnya, orok yang dibuang pelaku memang buah cinta terlarangnya (hubungan gelap) dengan duda beranak satu, berinisial Hr (50) warga Jogjakarta.


Kapolsek Playen AKP Luthfi SIK melalui Kanit Reskrim Iptu Tri Wibowo SH menerangkan, tertangkapnya tersangka pembuang bayi tersebut berkat penyelidikan polisi yang memang sebelumnya mencurigai Dalminah. Sebab, selama ini ia diketahui hamil, namun bayinya tak nampak. Setelah polisi melakukan penyelidikan, ternyata kecurigaan polisi tidak meleset, kemudian ia pun segera ditangkap.

"Setelah dinyatakan benar ibu Dalminah dinyatakan sebagai pelaku, kami segera berkoordinasi dengan jajaran Polsek Paliyan untuk melakukan penangkapan," jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (9/5) kemarin. Tri Wibowo mengatakan bahwa usai diringkus, Dalminah kemudian diserahkan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Gunungkidul untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Setelah tersangka berhasil kita amankan, kemudian kami serahkan ke UPPA Polres," tambahnya. Menurut keterangan dari tersangka bahwa bayi malang tersebut lahir pada Senin (7/5) sekitar pukul 03.00 WIB. Usai melahirkan ia sempat membersihkan anaknya. Baru kemudian pada pagi harinya sekitar pukul 07.00 WIB, Dalminah menyuruh tetangganya Diaz (9) untuk mencarikan kardus.

"Setelah mendapatkan kardus, bayi dimasukkan kedalam kardus dan ditaruh di teras rumah Bu Murmaini," imbuh Kasat Reskrim Polres Gunungkidul AKP Heru Muslimin SIK. Heru menambahkan, usai menaruh bayi di depan teras Murmaini tersangka sempat belanja ke pasar membeli taplak meja dan ikat pinggang untuk anaknya. Keterangan dari tersangka bayi tersebut buah dari hugel dengan duda anak satu Hr warga Jogjakarta.

"Jika kematiannya akibat tindakan kekerasan, pelaku dapat diancam dengan pasal 340 KUHP, juga 181 KUHP karena menyembunyikan mayat bayi yang dilahirkannya dengan maksud untuk menghilangkan aib," jelasnya.
Read more ►

Suasana Kehidupan Di Kampung Pulo

Kampung ini berada di sebuah bukit kecil di tengah danau. Untuk menuju kesana harus menyeberang dengan menggunakan rakit bambu. Perjalanan air dengan rakit itu hanya membutuhkan waktu sekitar 7 menit.


Secara administrasi, Kampung Pulo berada di Desa Cangkuang, Garut, Jawa Barat. Oleh masyarakat sekitar, Kampung Pulo dianggap sebagai warisan sejarah sekaligus menjadi kampung adat. Penduduk yang kini tinggal di rumah - rumah yang berada di Kampung Pulo ialah keturunan Arif Muhammad, Panglima perang Sultan Agung dari Kerajaan Mataram. Kehidupan mereka sangat harmonis dan sederhana dengan memegang nilai - nilai adat.

Nilai adat yang dimaksud ialah yang diajarkan Arif Muhammad, yang dianggap sebagai tokoh oleh masyarakat disana karena telah membangun kampung itu. Ia datang ke kampung itu, menurut cerita, karena keperluan untuk berdakwah agamanya, Islam. Dalam penuturan warga, penduduk asli Kampung Pulo sebelumnya beragama Hindu. Setelah berjalannya dakwah, sebagian memeluk agama Islam. Namun demikian, penduduk disana sejak dahulu hingga sekarang hidup rukun. Hal itu bisa dibuktikan dengan peninggalan budaya (benda) dan nilai - nilai kearifan yang terus dipelihara masyarakat Kampung Pulo.

"Meskipun sudah ada berabad - abad yang lalu, kearifan budaya di Kampung Pulo masih kami jaga dengan baik. Termasuk pantangan - pantangan juga konsisten kami terapkan dalam kehidupan sehari - hari," ujar seorang warga. Budaya dan adat istiadat di kampung itu yang terpelihara dengan baik diantaranya petilasan nenek moyang, upacara spiritual termasuk sykuran dan pembacaan wirid pada waktu tertentu serta pelestarian bangunan bersejarah disana.

Dalam mendirikan bangunan, misalnya, atap rumah tidak boleh berbentuk jure dihindari karena dahulu anak laki - laki Arif Muhammad saat akan di khitan diarak memakai jamapana (tandu) beratap jure. Saat diarak dan disambut alunan gamelan dan gong besar tiba - tiba terjadi bencana berupa angin besar yang membuat anak Arif terjatuh dari jampana kemudian meninggal.

Bercermin dari peristiwa itulah, saat setiap upacara adat penduduk Kampung Pulo tidak diperkenankan membunyikan gong besar. "Makanya kata leluhur kita disini, keturunan kula (saya) tidak boleh membangun rumah berbentuk jure dan memukul gong," ujar Tatang Sanjaya, keturunan ke sembilan Arif Muhammad.

Di tengah - tengah Kampung Pulo juga ditemukan rumah berjejer yang jumlahnya enam unit. Rumah adat tersebut terawat dengan baik. Ternyata ada kisah dibalik keberadaan bangunan itu. Jumlah rumah tersebut tidak boleh ditambah dan dikurangi. Alasannya, selain menyimbolkan enam anak perempuan Arif Muhammad, kearifan lainnya ialah merupakan simbol rukun Islam.

Penduduk Kampung Pulo taat dalam beragama dan menjadi pemelihara nilai - nilai Islam yang telah ditanamkan para pendahulu mereka. Lain halnya dengan ketidakberadaan hewan berkaki empat di Kampung Pulo. Dalam memelihara ternak, ternyata masyarakat disana juga mentaati aturan yang berlaku sejak generasi pertama mereka. Mereka tidak berani memelihara hewan berkaki empat yang besar di wilayah kampung adat.

Hal itu dimaksudkan untuk menjaga kebersihan Kampung Pulo karena disana banyak terdapat makam yang disucikan. "Selain itu dahulu para leluhur juga hanya hidup seadanya dari apa yang ada di wilayah kampung adat," ujar Tatang. Keunikan Kampung Pulo tersebut ternyata mengundang perhatian banyak wisatawan yang penasaran. Termasuk aturan atau tata cara berziarah yang mereka terapkan.

Masyarakat disana tidak diperkenankan datang berziarah pada Rabu. Waktu ziarah dimuali dari Selasa sore pukul 15.00 WIB hingga keesokan sore harinya kira - kira pukul 15.00 WIB juga. Larangan berziarah atau berkunjung ke kampung adat pada Rabu itu dimaknai karena dahulu Embah Dalem Arif Muhammad menggunakan waktu itu untuk berkonsentrasi mengajarkan agama Islam. Hari Rabu juga merupakan hari istirahat warga kampung adat saat itu.

"Sebagai penerusnya apa yang diajarkan oleh moyang kami itu kami jalankan sebaik - baiknya saat ini," tukas Tatang. "Hari Rabu itu kula (saya) tidak mau diganggu," begitulah leluhur kami mengajarkan. Sebagai kampung adat yang kental akan ajaran Islam yang diturunkan secara turun - temurun, berbagai ritual keagamaan juga dilaksanakan di Kampung Pulo. Ritual adat yang rutin dilakukan ialah melakukan syukuran menyambut datangnya bulan Maulud atau Rabiul Awal.

Memasuki tanggal 12 di bulan Maulud itu masyarakat melaksanakan syukuran besar - besaran. " Kita semua penduduk adat disini berkumpul bertawasul sambil membawa makanan di suatu tempat," terang Tatang. Selain ritual tersebut, pada tanggal 14 di bulan yang sama dilakukan upacara adat memandikan benda - benda pusaka seperti keris, batu aji dan peluru dari batu yang dianggap bermakna dan membawa berkah. Upacara memandikan benda keramat itu dilakukan pada tengah malam tepat pukul 12.00 WIB.

Ritual terakhir ialah melakukan tawasul membaca ayat - ayat suci Al - Quran pada penghujung bulan Maulud sekaligus pertanda berakhirnya dan melepas bulan Maulud. Meskipun masih konsisten menjalankan adat istiadat yang diwariskan moyangnya, Tatang Sanjaya mengaku merisaukan keberlangsungan nilai - nilai adatnya.

Menurutnya, semakin terlihat perubahan yang terjadi di kampung adat. "Misal, aturan tidak boleh menambah rumah adat dilanggar petugas Dinas Pariwisata yang menambahkan bangunan berupa pos penjagaan, museum, dan warung - warung penjual pernak - pernik wisata yang ada disini," pungkasnya.
Read more ►

Cerita Si Gadis Kutu Buku

Maemunah adalah seorang gadis yang lugu. Pada masa sekolah, Maemunah hanya mengenal sekolah dan rumah. Begitu juga ketika kuliah. Maemunah hanya kenal kampus, buku dan rumah.


Ketika gadis seusianya jalan - jalan ke mall, nonton bioskop, mengoleksi foto pemain sepak bola yang ganteng - ganteng ataupun foto artis korea yang wajahnya oriental, Maemunah tak ikut - ikutan. Dia hanya mengenal satu benda yang pantas untuk di koleksi, yaitu buku.

Lulus SMA, Maemunah kuliah di perguruan tinggi ilmu keguruan dan pendidikan. Masa kuliah Maemunah tak jauh dengan masa SMA. Ketika kawan - kawannya menghabiskan malam minggu dengan sang pacar, Maemunah justru tenggelam dibalik buku - buku.

Maemunah akhirnya menjadi mahasiswi tercepat menempuh masa studi. Dia kemudian diterima menjadi Guru Bimbingan dan Konseling (BK) di sebuah sekolah yang ada di pinggiran kota.

Hari pertama mengajar, Maemunah berusaha menjadi guru yang baik. Pada jam istirahat, dia memperhatikan para siswa yang bermain sepak bola di lapangan.

Pandangan mata Maemunah tertuju pada seorang bocah yang berdiri di pinggir lapangan. Maemunah merasa heran, ketika para siswa lain berebut bola di tengah lapangan, siswa yang sendirian itu tetap berdiri sendirian di pinggir lapangan.

Karena merasa kasihan, Maemunah berusaha mendekatinya.

"Siapa namamu?", tanya Maemunah.
"Agus Bu".
"Hai Agus, bolehkan ibu menemani kamu".
"Iya bu", jawab Agus.

Pandangan mata Maemunah masih tertuju kepada teman - temannya di tengah lapangan.

"Ah, anak ini kasihan sekali.. Pasti dia ingin ikut bermain..", kata Maemunah dalam hati.

Sebagai guru yang baik, Maemunah ingin mengetahui masalah apa yang membuat Agus menyendiri seperti itu. Ia pun bertanya,"Kenapa Agus berdiri disini sendirian?".
Agus pun menjawab, "Saya sedang jadi kiper Bu!!".
Read more ►
 

Copyright © Kumpulan Berita Unik Di Dunia Powered by Blogger